Pendidikan Matematika IAIN Langsa Mengadakan Kuliah Dosen Tamu

Langsa, Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Langsa terus berupaya untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya yaitu dengan cara mengadakan Kuliah Dosen Tamu yang bertema ” Sesat Berpikir Matematika, Bagaimana Mengatasinya ?”. Kuliah Dosen Tamu tersebut berlangsung di Aula FTIK IAIN Langsa pada tanggal 12 Maret 2020. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dekan FTIK IAIN Langsa, namun beliau tidak dapat berada di kuliah dosen tamu sampai berakhir dikarenakan terdapat kegiatan yang lain. Kuliah Dosen Tamu dihadiri oleh sebagian mahasiswa dari semester II hingga Semester VIII dan juga dosen Pendidikan Matematika ikut mengikuti kuliah dosen tamu tersebut.

Dalam proses belajar mengajar matematika  kadang adakalanya tanpa disadari telah melakukan kesalahan dalam memahami konsep matematika.

” Sekarang ini banyak sekali kesesatan dalam matematika, baik itu dosen atau mahasiswa. Oleh karena itu saya ingin mengembalikan kalian semua ke jalan yang benar” ucap Dr.Zahedi, M.Si, beliau merupakan Pemateri yang dihadirkan untuk memberikan kuliah dosen tamu. Dr. Zahedi, M.Si adalah seorang dosen FMIPA Universitas Sumatra Utara.

Mulanya, Dr Zahedi, M.Si tidak langsung memaparkan materi. Tetapi beliau memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta yang mengikuti kuliah dosen tamu. Pertanyaan yang pertama yaitu berapakah hasil dua ditambah dua ?, Beliau menunjuk satu orang untuk menjawab, dan yang ditunjuk dengan segera menjawab empat. Kemudian beliau bertanya lagi kepada seluruh peserta kuliah dosen tamu, semuanya serentak menjawab empat. Semua peserta menganggap jawabannya sudah benar dan yakin sekali bahwa jawabannya tak mungkin salah. Diluar logika, ternyata Dr Zahedi,M.Si mengatakan bahwa jawaban semua peserta kuliah dosen tamu merupakan sesat. Semua peserta mulai bertanya-tanya, apa penyebab menjadi sesat  sedangkan mereka telah mengetahui dari mulai SD hingga Kuliah hasil dari dua tambah dua adalah empat.

Kemudian Dr Zahedi, M.Si memaparkan tentang cara menjabarkan matematika yang berujung sesat, semua peserta kebingungan. Dan diakhir beliau memaparkan penjelasan tentang kekeliruan tersebut. Miskonsepsi terhadap matematika dapat berujung fatal, terlebih lagi guru juga mengalami miskonsepsi. Ketika guru mengajarkan konsep yang keliru terhadap siswa, maka sampai kapanpun siswa tersebut akan selalu membawa kekeliruan tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa pendidikan matematika sebagai calon guru perlu memperhatikan dan belajar dengan baik tentang konsep matematika agar nantinya tidak menularkan kesesatan pada siswa di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *