Pelayanan Publik dan Kaitannya dengan Islam

Langsa (FTIK) – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan menggelar apel rutin yang diikuti seluruh civitas akademika di halaman Fakultas setempat, Senin (21/11/2022)

APK APBN, Muslim, M.SI selaku Pembina Apel memaparkan tentang Pelayanan Publik dan Kaitannya dengan Islam

Muslim mengatakan bahwa kita bekerja harus ikhlas, dimana sudah menjadi tanggung jawab kita dalam pelayanan, kalau tidak kita akan sakit, artinya ketika kita bekerja dan memberikan pelayanan dengan hati berat/tidak ikhlas, itu akan membuat kita terbebani dan sakit

Pemimpin sudah diberi jabatan yang harus siap melayani, itu menjadi kewajiban dan sudah dicontohkan oleh Rasul kita. Akademik melayani mahasiswa dengan segala urusannya, keuangan dengan masalah keuangan, kaprodi dengan segala urusan keprodiannya

Bisakah kita melayani dengan hati yang ikhlas, kepada orang yang akan kita layani, yang mungkin akan menyakiti kita?”

Muslim menceritakan bahwa pernah Rasul ketika melayani Yahudi yang matanya buta, yang selalu meminta-minta (pengemis) setiap hari yang keluar dari mulutnya adalah cacian kepada Rasul. Apa yang dilakukan Rasul? hampir setiap hari Rasul malah memberi makan dan menyuapi si Yahudi. Abu Bakar, Sahabat yang diakala itu penasaran dengan kelakuan Rasul dan mencoba mencari tahu apa yang terjadi, Ia pun mendatangi si Yahudi dan mencontohkan seperti yang Rasul lakukan kepada si yahudi. betapa marahnya abubakar ketika mengetahui cacian si Yahudi yang dilontarkan kepada Rasul yang membuat Abu Bakar murka dan hampir membunuhnya.

Tapi karena kecintaan Abu Bakar kepada Rasul ia pun menahan amarah dan mengikuti apa yg dilakukan Rasul. Si Yahudi yang buta dan peminta-minta itu pun lalu berkata “kamu pasti bukan yang biasa”, betul jawab Abu Bakar, karena yang biasa menyuapi kamu adalah Muhammad Rasulullah SAW. dan begitu mendengar nama Muhammad Rasulullah SAW, pengemis pun menangis sejadi-jadinya mengingat apa yang selalu dilakukan Rasul padahal ia selalu memakinya. dan akhirnya si pengemis pun mengucap syahadat

Intinya lakukanlah sesuatu pekerjaan dengan ikhlas hanya mengharap Ridha-Nya karena Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ajarkanlah, permudahlah dan jangan mempersulit.”

Baginda Nabi Muhammad SAW pernah berdoa, “Ya Allah, barangsiapa yang diberi tanggung jawab untuk menangani urusan umatku, lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah hidupnya. Dan barangsiapa yang diberi tanggung jawab untuk mengurusi umatku, lalu ia memudahkan urusan mereka, maka mudahkanlah hidupnya” (HR Muslim), tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.